Ada kisah seorang lelaki yang baik. Lelaki
yang dengan senang hati membantu orang lain yang terlihat kesulitan. Lelaki
yang mau peduli dengan orang lain, walau dia tidak dipedulikan oleh orang yang
bersangkutan. Lelaki yang merelakan wanita yang dicintainya dibawa oleh lelaki
lain. Lelaki yang mau mendengarkan segala gundah gelisah kepedihan
teman-temannya walaupun dirinya juga sedang berada dalam masalah. Lelaki yang
lebih memperhatikan teman-temannya daripada dirinya sendiri. Lelaki yang mau
menunggu dan menyertai temannya yang sedang berada dalam masalah.
Lelaki tersebut punya banyak teman dan dia punya banyak sahabat. Dia selalu
dikelilingi oleh gadis-gadis manis yang telah menjadi sahabat baiknya dan yang
telah ia bantu. Dia selalu mendengarkan masalah-masalah teman2 wanitanya dengan
seksama, tanpa memberikan interupsi dan saran yang tidak perlu. Lelaki dengan
mudah memberikan bahu dan dadanya kepada wanita-wanita yang menangis dan
membutuhkan sandaran tanpa melebarkan tangan untuk memeluk mereka. Lelaki itu
berusaha menjadi orang ketiga yang objektif, melihat masalah teman-temannya
dari segi orang ketiga yang tidak terlalu ikut campur. Lelaki itu selalu
berusaha menenangkan wanita yang bermasalah dengan pacarnya yang brengsek, dan walaupun
wanita itu tahu pacarnya brengsek dia tidak mau putus apapun yang lelaki itu
katakan. Karena wanita itu mencintai si lelaki brengsek itu.
Lelaki itu adalah lelaki yang baik,
lelaki yang pantas didapatkan oleh wanita karena lelaki ini tidak meminta
apa-apa.
Tapi kenapa tidak ada yang
mencintainya...?
Kenapa tidak ada wanita yang ingin
bersama dengannya?
"Kau terlalu baik bagiku"
"Kita lebih baik berteman saja"
"Kau lebih cocok menjadi sahabat
daripada pacarku"
Kenapa? Kenapa begitu? Bukankah
kriteria pertama seorang wanita dalam mencari pasangan hidup adalah
"Lelaki yang baik hati dan sederhana?"
Apa yang terjadi? Apakah ini karma?
Hukum alam bahwa wanita lebih senang kepada lelaki yang macho, berotot, nakal,
bertato, berkumpul dengan geng motornya, memiliki mobil mewah...?
Kemana lelaki yang baik hati, yang
jauh lebih pantas dijadikan rencana pandangan hidup jauh ke depan itu, harus
pergi?
Tidak ada yang tahu, tidak ada yang peduli.
Dia akan menghabiskan hidupnya selalu sendiri, selamanya, tanpa ada wanita yang
mau memberikan setengah hatinya pada lelaki itu. Semua orang akan menganggap
lelaki itu baik-baik saja karena dia terlihat banyak teman dan dikelilingi
wanita.
Namun sebenarnya dia kesepian. Dia ingin
memiliki seseorang yang menunggunya di rumah, yang memberikan salam sebelum
berangkat dan setelah pulang kerja, yang memberikan kehangatan di saat sulit
dan semangat di saat yang berat, seorang wanita yang mau mengabdikan jiwa dan
raganya demi lelaki ini.
Dia
hanya kesepian.
Namun dia sudah tahu apa yang akan menimpa
dirinya. Dia selalu berusaha menerima segala hal yang akan, dan telah terjadi.
Dia sudah tahu dia akan hidup sendiri sampai mati, dan dia menerima itu. Dia
hanya keluar dari kamarnya, berusaha membuat orang-orang di sekitarnya
tersenyum bahagia dan kembali lagi ke kamarnya yang gelap. Sendiri, kesepian,
tanpa ada yang menemani. Karena tidak ada yang peduli.
Namun dia menerima takdirnya dan
terus hidup demi teman-temannya.
